Perhitungan Bonus Karyawan dalam Perusahaan

Perhitungan Bonus Karyawan dalam Perusahaan

Bonus merupakan istilah yang digunakan oleh perusahaan untuk merepresentasikan sejumlah dana yang diberikan pada karyawan diluar gaji pokok dan tunjangan atau fasilitas lain. Biasanya, bonus ini diberikan kepada karyawan satu tahun sekali dan tercatat pada payroll setiap karyawan. Bonus ini berperan sebagai tambahan motivasi bagi para tenaga kerja untuk meningkatkan kinerja sehingga membawa keuntungan yang lebih besar lagi bagi perusahaan secara keseluruhan.

Jenis Bonus Karyawan

Bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya dibagi dalam beberapa jenis. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Bonus retensi. Bonus ini merupakan sejumlah dana yang ditambahkan pada gaji karyawan guna mempertahankan karyawan tersebut sebagai tenaga kerja perusahaan. Jadi, dengan bonus ini, karyawan tetap bekerja pada perusahaan terkait dan tidak pindah keperusahaan lain atau mengundurkan diri.

Bonus tahunan. Bonus ini merupakan kompensasi yang berhubungan dengan keuntungan perusahaan atau kebijakan perusahaan. Bonus ini biasanya berbentuk sejumlah dana yang diberikan oleh perusahaan ketika perusahaan memperoleh peningkatan keuntungan dalam periode tertentu selama satu tahun tersebut. Bonus ini juga bisa diukur dari persentase gaji pokok karyawan terkait dan nominalnya bergantung pada kebijakan perusahaan atau kesepakatan antara karyawan dengan perusahaan.

Perhitungan Bonus Karyawan dalam Perusahaan
Perhitungan Bonus Karyawan dalam Perusahaan

Bonus akhir tahun. Bonus ini mirip dengan bonus tahunan, namun proses pemberian bonus akhir tahun ini sedikit berbeda. Bonus jenis ini biasanya diberikan begitu saja oleh perusahaan kepada karyawannya tanpa tuntutan apapun. Bonus ini biasanya berguna untuk membuat hubungan antara perusahaan dengan karyawan tetap terjaga dengan baik.

Bonus tanteim. Bonus ini jarang didengar oleh karyawan sebuah perusahaan. Hal ini dikarenakan bonus ini hanya berlaku pada pejabat pelaksana perusahaan. Tanteim merupakan keuntungan yang diberikan pada direksi dan komisaris sebuah perusahaan oleh pemegang saham. Bonus ini didasarkan pada jumlah laba bersih perusahaan dalam periode tertentu.

Tunjangan Hari Raya. Bonus ini merupakan bonus yang diatur dalam kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia tahun 1994 Pasal 2. Pasal ini menyatakan bahwa semua perusahaan berkewajiban untuk memberi tunjangan keagamaan (umum disebut tunjangan hari raya) kepada seluruh karyawannya yang sudah berbakti selama minimal tiga bulan, baik yang berstatus pegawai tetap, pekerja kontrak maupun paruh waktu. Akan tetapi, peraturan tersebut tidak memaparkan perhitungan yang jelas mengenai nominal bonus jenis ini. Namun, ada beberapa perusahaan yang memiliki formula untuk mengatur besar kecilnya bonus ini.

Perhitungan bonus tahunan

Bonus akhir tahun biasanya mencantumkan beberapa indikator dalam penentuan nominalnya. Indikator-indikator tersebut meliputi point maker, jabatan, departemen, gaji pokok, masa jabatan dan sanksi. Jadi perhitungannya adalah sebagai berikut:

Bonus Tahunan = Point Maker x Level Jabatan x Kategori Dept x Gaji x Sanksi

Masa kerja:

  • Kurang dari 1 tahun : 80 %
  • 1 sampai 2 tahun : 90 %
  • 2 sampai 4 tahun : 100 %
  • 4 sampai 6 tahun : 110 %
  • 6 sampai 8 tahun : 120 %
  • 8 sampai 10 tahun : 130 %
  • Lebih dari 10 tahun : 140 %

Level Jabatan:

  • Operator pelaksana : 80 %
  • Foreman : 90 %
  • Supervisor : 100 %
  • Superintendent : 110 %
  • Manager : 120 %

Kategori Departemen:

  • Produksi : 120 %
  • Non Produksi : 110 %
  • Supporting : 100 %

Sanksi (perhitungan dengan surat peringatan):

  • Tanpa sanksi : 100 %
  • Surat peringatan 1 : 90 %
  • Surat peringatan 2 : 80 %
  • Surat peringatan 3 : 70 %
  • Skorsing 3 bulan : 60 %
  • Skorsing 6 bulan : 50 %

Dalam perhitungan bonus tahunan, biasanya perusahaan juga menerapkan sistem pembagian keuntungan. Jadi, besar kecilnya bonus yang diterima oleh tenaga kerja benar-benar mewakili kinerja mereka selama periode tersebut. Perusahaan yang bijak akan membagi 10% keuntungan atau laba bersih yang diraihnya selama satu tahun kepada seluruh karyawannya secara merata. Namun persentase ini bisa berubah bergantung pada kebijakan perusahaan, ada yang 7.5%, 5% bahkan ada juga yang 2.5%. Jadi rumusnya adalah sebagai berikut:

Bonus tahunan : Laba Bersih x Persentase Pembagian : Jumlah Karyawan