Setoran Pajak Mencapai Rp 134 Triliun

Setoran Pajak Mencapai Rp 134 Triliun

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan mencatat keseluruhan penerimaan pajak sampai 28 Februari th. ini meraih Rp 134, 6 triliun. Angka itu tumbuh 8, 15% bila dibanding periode yang sama di 2015 sebesar Rp 124, 4 triliun.

Setoran Pajak Mencapai Rp 134 Triliun

Data itu disibakkan Direktur Potensi, Kepatuhan dan juga Penerimaan Ditjen Pajak Yon Arsal di Gedung Ditjen Pajak, Senin (13/3/2017). Tetapi data itu belum di sampaikan ke Kementerian Keuangan.

” Lalu ini angkanya masihlah sesaat, belum finalisasi, ” kata Yon.

Yon menyampaikan, catatan keseluruhan penerimaan pajak itu telah 10, 29% dari tujuan th. ini. Sesaat diperiode yang sama th. lantas pencapainnya sebesar 9, 18%.

” Lalu sinyalnya telah positif, meskipun dengan catatan. Lantaran kita ditargetkan tumbuh keseluruhan 18, 23%. Lalu kita cukup senang trennya positif namun belum cukup mencukupi, ” paparnya.

Dari keseluruhan penerimaan pajak itu, sekitaran Rp 126, 8 triliun adalah penerimaan dari PPh non migas. Angka itu bertambah 5, 85% bila dibanding periode yang sama th. lantas sebesar Rp 119, 8 triliun.

Sesaat penerimaan dari PPh migas sampai akhir Februai terdaftar sebesar Rp 7, 8 triliun kurs dollar hari ini. Sesaat th. lantas diperiode yang sama sebesar Rp 4, 7 triliun.

” Lalu PPh migas tumbuh Rp 3 triliun atau juga 6, 6%. Bila diliat dua angka ini bermakna satu diantara peran intinya migas, lantaran migas harga nya juga lagi naik, ” lebih Yon.

Menurut Yon catatan positif dimuka th. itu jadi bekal untuk Ditjen Pajak untuk menguber tujuan pajak th. ini. Pihaknya bakal konsentrasi menindak lanjuti pengembangan data basis perpajakan hasil tax amnesty.

” Kami bakal konsentrasi lakukan tindak lanjut pengembangan tax base baru pasca tax amesty. Maupun menindak lanjuti harus pajak yang datanya kami punyai yang belum turut tax amnesty, ” tandasnya seperti dikutip http://kursdollar.co.id.