Mengenal Wadi Usfan

Apakah anda pernah mendengar Wadi Usfan? Wadi Usfan adalah nama sebuah lembah yang ada di Arab Saudi. Bukan sembarang lembah, Wadi Usfan yaitu salah satu tempat istimewa yang mejadi saksi bisu sejarah perjalanan syiar para Nabi. Di nama kan lembah “tersesat” Karena daerah tersebut memiliki jalur yang membingungkan. Di dalam nya terdapat pula aliran air yang tidak beraturan. Siapapun yang melewati lembah ini, bila tidak berhati-hati besar kemungkinan akan tersesat.

Mengenal Wadi Usfan
Mengenal Wadi Usfan

Setiap nabi dan rasul senantiasa sering melakukan perjalanan ke sejumlah daerah. Hal itu dilakukan untuk menyebarkan dakwah Islam dan juga melaksanakan salah satu dari perintah Allah. Salah satu lokasi yang sering menjadi perlintasan para nabi dan rasul adalah Wadi (Lembah) Usfan.
Ibnu Katsir dalam kitabnya Qishash al-Anbiyaa` (Kisah para Nabi-nabi), mengutip hadis dengan sanad yang sahih dan diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai, dan Imam Ahmad bin Hanbali dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Abu Bakar, saat melintasi lembah (wadi) Usfan (Asafan).

Wahai Abu Bakar, lembah apakah ini?” Abu Bakar menjawab; “Lembah Usfan.” Rasul SAW bersabda: “(Nabi) Hud dan Saleh AS pernah melewati (melintasi) lembah ini di atas unta merah yang tali kendalinya terbuat dari serabut. Pakaian mereka berupa jubah, baju luarnya terbuat dari bulu yang bergaris-garis. Mereka mengucapkan talbiyah dan melaksanakan ibadah haji di Baitul ‘Atiq (ka’bah).”
Mengenal wadi usfan Wadi usfan merupakan salah satu lembah yang terdapat ditanah suci dan memiliki keistimewaan yang bisa menambah pengetahuan sebagai seorang muslim. Wadi atau dalam Bahasa Indonesia merupakan lembah, lembah usfan ini disebut sebagai jalan para nabi.

Mengenal Wadi Usfan
Mengenal Wadi Usfan

Tidak sedikit para nabi yang melewati lembah ini ketika akan menyiarkan agama Islam ke seluruh wilayah. Dan tentu saja akan banyak jalan yang dilewati oleh para nabi sebelumnya, tapi ini adalah salah satunya yang sering dilewati. Allah SWT mengutus para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW dengan tugas yang sama yaitu menyeru umat manusia untuk beriman kepada Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Masing-masing memiliki tempat yang berbeda untuk melaksanakan perintah-Nya ini. Ikuti Program Umroh Murah Surabaya.

Meski terkesan “mengerikan” ternyata wadi usfan menjadi perlintasan utama para Nabi ketika menysiarkan agama islam ke seluruh wilayah. Banyak nabi sering melewati lembah ini, seperti Nabi Nuh As, Nabi Nuh As, Nabi Ibrahim As, bahkan Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat. Tidak heran jika hingga kini wadi usdan di juluki “jalan para nabi”
Jalan yang ditempuh oleh para nabi dan rasul memiliki jarak yang cukup jauh, apalagi mengingat kendaraan yang digunakan pada masa itu, butuh waktu yang lama untuk menempuh sebuah perjalanan ditambah dengan lokasi yang dilalui bisa menembus antar negara. Rasulullah SAW adalah satu nabi yang melintasi lembah ini, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai, dan Imam Ahmad bin Hanbali dari Ibnu Abbas RA yang dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Qishash Al-Anbiyaa’ (Kisah para Nabi-nabi): “Wahai Abu Bakar, lembah apakah ini?” Abu Bakar menjawab, “Lembah Usfan. Rasulullah SAW bersabda: “(Nabi) Hud dan Saleh AS pernah melewati (melintasi) lembah ini di atas unta merah yang tali kendalinya terbuat dari serabut. Pakaian mereka berupa jubbah, baju luarnya terbuat dari bulu yang bergaris-garis. Mereka mengucapkan talbiyah dan melaksanakan ibadah haji di Baitul ‘Atiq (Ka’bah).”

Allah Swt mengutus para Nabi untuk melakukan Syiar Islam di tempat-tempat yang berbeda. Jalan yang ditempuh oleh para Nabi dan Rasul memiliki jarak yang cukup jauh, terlebih lagi belum ada kendaraan pada masa itu. Dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk menempuh sebuah perjalanan syiar antarnegara.
Nah, saat melakukan syiar hingga menembus wilayah antarnegara, jalan yang kerap dipilih para Nabi dan Rasul adalah Wadi Usfan. Hal itu bahkan diriwayatkan secara jelas dalam hadits Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi.

Para Nabi dan Rasul banyak melewati lembah Usfan dengan tujuan masuk atau keluar Mekah untuk syiar. Di samping itu, lembah ini kerap dilalui para Nabi saat mereka akan melaksanakan ibadah haji di Mekah.
Nabi Ibrahim AS bahkan pernah beberapa kali melewati lembah ini. Pertama, ketika mengantarkan istri dan putranya, Hajar dan Ismail, dari Palestina menuju Mekah. Ini terjadi ketika Nabi Ibrahim belum mendapatkan perintah untuk membangun Ka’bah.

Setelah ada perintah membangun Ka’bah dari Allah SWT, Nabi Ibrahim kembali melewati Wadi Usfan. Terakhir, ketika melaksanakan ibadah haji, beliau kembali melewati lembah ini. Meski tak seperti wujud aslinya, hingga kini Wadi Usfan masih bisa dijumpai di Arab Saudi. Tepatnya, sekitar 84 kilometer dari Kota Mekah ke arah Madinah.
Bila dari arah Mekah menuju Madinah, letak Wadi Usfan berada di antara wilayah Hudaibiyah dan Faidah. Sementara dari arah Madinah menuju Mekah, lokasi lembah ini berada setelah area Al-Musaijid, Badar, Al-Muraisi dan Khulaish.

Penamaan lembah usfan adalah karena letaknya berada di tengah-tengah padang pasir dan tidak memiliki arah yang jelas. Maksudnya adalag jika seseorang melewati lembah ini harus berhati-hati karena bisa jadi akan tersesat. Letaknya berada di antara Mekkah dan Madinah, tepatnya adalah jika dilalui dengan tujuan ke Mekkah maka berada setelah Al-Musaijid, Badar, al-Muraisi dan Khulaish.

Sedangkan jika tujuan ke Madinah dari Mekkah maka letaknya ada diantara Faidah dan Hudaibiyah. Para nabi dan rasul banyak yang melewati lembah usfan dengan tujuan masuk atau keluar Mekkah. Jika masuk Mekkah maka mereka akan melaksanakan ibadah haji. Nabi Ibrahim juga termasuk nabi yang beberapa kali melewati lembah usfan. Pertama adalah ketika mengantarkan Ismail dan Hajar dari Palestina ke Mekkah, kondisi ini ketika Nabi Ibrahim belum mendapatkan perintah untuk membangun kabah Dan yang kedua dalah setelah adanya perintah membangung Ka’bah, beliau melewati lembah ini. Dan yang terakhir adalah ketika melaksanakan ibadah haji. Selain dikenal dengan wadi usfan dikenal pula dengan nama asafan berasal dari kata ‘asafa al-mafazah yang artinya tersesat di padang pasir.

Bila dari Makkah menuju Madinah, letak Wadi Usfan berada di antara Hudaibiyah dan Faidah. Sedangkan dari Madinah menuju Makkah, lokasinya berada setelah Al-Musaijid, Badar, al-Muraisi, dan Khulaish.
Di sebut dengan Wadi Usfan yang berarti lembah yang ada di padang pasir dan tanpa petunjuk jalan. Secara bahasa, Usfan berasal dari kata ‘asafa al-mafazah yang berarti dia tersesat di padang pasir. Maksudnya, dia melalui padang pasir itu tanpa petunjuk dan tujuan. Bila tak berhati-hati, besar kemungkinan akan tersesat. Lokasi ini di namakan Usfan karena daerah tersebut aliran air di dalamnya tidak beraturan. Ia terletak di antara al-Juhfah dan Makkah Al-Mukarramah. (syafik).

Berlibur ke Desa Cantik di kepulauan Raja Ampat Indonesia

Desa cantik yang penuh dengan senyum manis anak-anak kecil, burung cendrawasih, serta pantai yang menawan ini bernama Desa Sawing Rai. Tidak hanya menawarkan pulau-pulau kecil dengan lautan yang mengagumkan saja, Raja Ampat juga memiliki desa cantik. Desa cantik yang penuh dengan senyum manis anak-anak kecil, burung cendrawasih, serta pantai yang menawan ini bernama Desa Sawing Rai.


Bagi anda yang ingin merasakan suasana pedesaan di kepulauan Raja Ampat, datang saja ke Desa Sawing Rai yang berada di Pulau Sawing Rai.
Untuk mencapai desa dengan sejuta pesona ini, pengunjung dapat menyewa boat yang memakan waktu perjalanan sekitar dua jam dari Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat.
Begitu tiba di Desa Sawing Rai, para wisatawan akan disambut dengan hamparan pasir putih dan karang-karang laut yang nampak terlihat dari atas permukannya. Keharmonisan desa ini semakin terasa dengan senyum tulus anak-anak kecil dan masyarakatnya.

Memberi makan ikan adalah salah satu kegiatan favorit yang menyenangkan di Desa Sawing Rai. Anda hanya cukup mencelupkan tangan ke pantai dengan adonan terigu, kemudian ikan-ikan akan menyerbu Anda. Ikan-ikan yang berwarna-warni, diantaranya bergaris abu-abu, berwarna kuning, sampai biru, akan memakan adonan itu langsung dari tangan Anda. Jari-jari Anda akan terasa seperti dicubit-cubit.
Setelah puas memberi makan ikan, Selanjutnya pengunjung bisa menyaksikan burung cendrawasih dengan kegiatan bird watching. Untuk melihat burung Cendrawasih itu, para wisatawan harus melakukan perjalanan menanjak Bukit Manjai, Sawing Rai selama kurang lebih 30 menit.

Para pengunjung tak perlu menggunakan alat bantu teropong, karena Anda sudah dapat melihat secara jelas burung cendrawasih tersebut. Ada banyak burung cendrawasih yang hinggap di pohon-pohon setinggi dua meter. Burung cendrawasih di desa ini Ada empat jenis, Yakni cenderawasih merah, cenderawasih belah rotan, cenderawasih kecil, serta cenderawasih besar. Namun, hanya pada waktu-waktu tertentu saja Anda dapat menyaksikan burung cendrawasih, diantaranya adalah pagi hari pada pukul 07.00-09.00 WIT dan sore hari pada pukul 16.00-17.00 Wit. Kegiatan bird watching ini akan lebih menyenangkan jika cuaca cerah.

Bagi para pelancong yang ingin tinggal lebih lama di Desa Sawing Rai, disini tersedia lima homestay. Homestay tersebut berupa rumah yang berdiri di laut dekat pantai.
Untuk dapat melihat burung cendrawasih dan memberi makan ikan, para wisatawan akan dikenakan biaya sekitar Rp 100.000. Biaya yang anda keluarkan tidak sebanding atas apa yang akan Anda saksikan dan lakukan. Memberi makan ikan serta melihat burung cendrawasih yang berwarna-warni merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Selain itu di desa ini, disekitar pantainya Anda juga dapat melakukan snorkeling. Dari pinggir pantai saja, ikan-ikan cantik dan karang-karang eksotis suda akan tampak terlihat jelas.
Bagi para pelancong yang ingin tinggal lebih lama di Desa Sawing Rai, disini tersedia lima homestay. Homestay tersebut berupa rumah yang berdiri di laut dekat pantai.
Berakhir pekan ke Desa Sawing Rai akan sangat menyenangkan, jadi ayo berlibur ke Desa Sawing Rai!

Masjid Jami Nepal, Indahnya Masjid Nasional Nepal

Kesempatan ini kita bakal membahas mengenai masjid bersejarah serta paling besar ke dua di Nepal, Masjid Jami Nepal atau Kathmandu Jama Masjid, masjid Hindustan, masjid India atau Masjid Nepali serta terkadang media juga menyebutkan masjid ini sebagai Masjid Nasional Nepal, walau dengan terang papan nama masjid ini tercatat “Nepali Jame Masjid”. Histori pembangunan awal masjid ini memanglah dikerjakan oleh muslim dari India yang berimigrasi ke Nepal sebagian era waktu lalu.

Histori Masjid Jami’ Nepal

Kubah masjid murahMuslim Hindustani (India) adalah grup muslim ke-2 yang menetap di Nepal, gelombang pertama muslim yang mukim di Nepal yaitu Muslim Khasmiri yang lalu membangun Masjid Kashmiri Taqiya serta telah di bahas dalam artikel terlebih dulu. Grup pertama muslim Hindustani masuk ke Nepal semasa kekuasaan Raja Pratap Malla (1641-1674) dari dinasti Malla. Raja mengizinkan mereka menetap serta membangun masjid di selatan Masjid Kashmiri Taqiya yang telah lebih dulu berdiri.

Masjid yang di bangun oleh grup pertama Muslim Hindustani ini lalu populer sebagai masjid Hindustani, Masjid India, Masjid Nepali atau Masjid Jami Kathmandu (Kathmandu Jama’ Mosque). Konon masjid ini pertama kalinya di bangun dengan beraliran syiah (bisa jadi itu penyebabnya muslim Hindustani memohon izin pada raja untuk bangun masjid sendiri terpisah dari Masjid Kashmiri Taqiya yang beraliran Suni). Bangunan masjid Hindustani ini waktu itu diperlengkapi dengan satu imambara, saat ini bangunan itu telah tak ada lagi.

Th. 1857 ketika Nepal di bawah kekuasaan Jang Bahadur dari dinasti Rana, beberapa besar muslim Hindustani berimigrasi ke lokasi Terai – Nepal, sebagai akibat desakan dari tentara Inggris yang menjajah India saat itu. Jang Bahadur memanglah bersedia terima migrasi muslim India itu sebagai sisi dari persekongkolannya dengan Inggris untuk kurangi konsentrasi muslim di lokasi yang bergelok di India utara. Konsentrasi muslim dalam jumlah besar di satu lokasi bergolak dikira sebagai ancaman untuk eksistensi Inggris di India. Beberapa pengungsi ini beberapa tinggal di tinggal di Terai ini berdagang bahan bahan dari kulit atau bekerja sebagai buruh tani.

Pemberontakan muslim India utara th. 1857 pada penindasan tentara Inggris, populer dengan sebutan Pemberontakan Sepoy. Pemberontakan itu berahir dengan kekalahan muslim dari tentara Inggris. Kelompok istana Lucknow yang memberontak sangat terpaksa mengungsi ke Nepal termasuk juga di antara mereka yaitu Maulana Sargaraz AH Shah (Mufti terahir dari dinasti Mughal semasa Sultan Bahadur Shah Zafar) yang mengungsi ke Kathmandu menemani kepergian Putri Begum Hazrat Mahal istri dari Nawab Wajid Ali penguasa Begum dari Lucknow berserta putra Mahkota Birjis Qadr).

Maulana Sargaraz AH Shah yang lalu merubah Masjid Jami’ Kathmandu jadi Masjid beraliran suni serta melakukan renovasi keseluruhnya bangunan masjid, serta bangun tempat tinggal untuk keluarga kerajaan yang menetap di sana, keseluruhnya dana renovasi serta pembangunan itu datang dari dana pribadi Putri Begum Hazrat Mahal.

Maulana Sargaraz serta Putri Begum Hazrat Mahal saat meninggal dunia di Kathmandu keduanya dimakamkan di areal masjid Jami’ Kathmandu sesuai sama apa yang diinginkan mereka semasa hidup. Putri Begum Hazrat Mahal meninggal dunia di Kathmandu pada tanggal 7 April 1879. Makam mereka masihlah bisa di temui di sana walau sepanjang berpuluh puluh th. makam serta masjid itu sekalipun luput dari perhatian pemerintah Nepal. Hingga hingga Pandit Jawaharlal Nehru tokoh kemerdekaan India pernah kecewa saat tahu keadaan makam pejuang India itu sekalipun tidak tertangani. Terakhir pemerintah Nepal mulai memerhatikan masjid serta makam ini.

Menyusuri Keindahan Qaitbasy Citadel Alexandria

Tidak lengkap rasa nya jika anda ke Alexandria belum berkunjung ke tempat yang satu ini. Tempat dimana di bangun di bekas mercusuar kuno mesir yang hancur karena gempa bumi. Berada di sebuah pulau bernama Pharos sekarang ini sudah tidak bias lagi di sebut pulau karena sudah tersambung dengan daratan. Adalah salah satu benteng pertahanan paling penting bukan hanya di Mesir tapi juga sepanjang pantai laut Mediterania. Dibangun untuk menghadapi serangan pasukan Ottoman Turki saat itu.

Menyusuri Keindahan Qaitbasy Citadel Alexandria
Menyusuri Keindahan Qaitbasy Citadel Alexandria

Benteng ini di bangun pada tahun 1477 masehi oleh Sultan Al- Ashraf Abou Alnasr Seif Eldin Qaitbay Alzahiry atau Sultan Qaitbay. Karena itu benteng ini di namakan sesuai dengan nama beliau. Pembangunan nya memakan waktu selama 2 tahun dan menghabis kan dana sekitar 1000 dinar.

Dinasti Mamluk kepemimpinan Sultan Al-Ashraf (Qaitbay) terkenal akan kekuatan militernya yang sanggup menahan dan menghancurkan serangan pasukan Mongol pada abad ke-13. Dan salah satu peninggalan Qaitbay adalah bentengnya di Alexandria. Bentengnya bewarna krem keputihan, anggun berdiri di tepian laut Mediteranian.

Qaitbay adalah sultan ke 18 dinasti Mah luk yg berkuasa antara tahun 1468 – 1496 masehi. Sebelum menjadi sultan, Qaitbay adalah seorang budak sebelum akhir nya di beli oleh Al- Ashraf Berbay dan di merdeka kan oleh Sultan Djaqmaq. Pernah menduduki posisi penting dintara nya sebagai panglima angkatan darat pada masa Sultan Tamar Bugha. Beliau di kenal sebagai pencetus ide proyek-proyek arsitektur besar di berbagai wilayah, di Mekkah, Madinah, Jerusalem, Damaskus, Allepo, termasuk Alexandria dan Kairo.

Karena benteng ini menjadi salah satu bangunan yg cukup penting dan strategis, maka setelah masa pemerintahan Qaitbay berakhir benteng ini masih di pelihara dgn baik. Termasuk ketika Ottoman Turki menguasai Mesir. Bahkan pada masa pemerintahan Muhammad Ali Pasha, benteng ini mendapat kan perhatian khusus. Di renovasi di beberapa bagian, serta melengkapi nya dgn senjata modern pada masa itu.

Menyusuri Keindahan Qaitbasy Citadel Alexandria
Menyusuri Keindahan Qaitbasy Citadel Alexandria

Pada Tahun 1882, benteng Qaitbay mengalami kerusakan serius. Yaitu ketika tentara Inggris membombardir Alexandria. Bagian utara & barat rusak parah karena ledakan meriam. Lalu pemerintah Mesir, di masa pemerintahan Raja Farouk (1904) merestorasi kembali bangunan ini & berdiri hingga saat ini.

Benteng Qaitbay ini terdiri dari 3 bagian utama. Dinding besar yg mengelilingi kompleks, dinding dlm dan bangunan utama yg berdiri tepat di bekas menara mercusuar. Memasuki gerbang, kita akan melalui dinding dlm yg berfungsi sebagai tempat menginap para tentara dan gudang amunisi. Di antara dinding dlm dgn bangunan utama terdapat halaman yg cukup luas dgn barisan meriam di kanan kirinya.

Bangunan utama berbentuk kubus dgn 4 menara pertahanan. Terdiri dari 3 lantai dgn tangga spiral. Terdapat lorong-lorong dgn garis lengkung yg indah dan kamar-kamar berukuran sekitar 2,5 x 3 meter di 4 penjuru. Sebagai tempat mengintai dan menyerang musuh. Dengan di lengkapi pula masjid di dalam nya. Di titik tertinggi, terdapat void setinggi 6 meter dilengkapi 2 lubang setinggi 3 meter menghadap ke arah kota Alexandria. Dari sini, kita bisa melihat view kota dan pelabuhan yg berada di sekitar benteng.

Menyusuri Keindahan Qaitbasy Citadel Alexandria
Menyusuri Keindahan Qaitbasy Citadel Alexandria

Hanya sekedar informasi tambahan, di sekitar benteng tersebut banyak sekali pemancing tradisional terutama saat sore hari. Pemandangan nya yang khas dan menjadi salah satu objek wisata menarik untuk mengabadikan dengan berfoto sungguh sangat menarik. Ada juga cafe jalanan yg di lengkapi dgn kursi-kursi yg menghadap ke laut Mediterania. Sambil menunggu sunset sembari menikmati Shay “Teh” dengan berlatar belakang kan benteng tua yang eksotis yang akan menjadi moment yang paling menakjubkan dan tidak akan terlupakan.

Lokasi benteng Qaitbay sangat mudah dicapai, banyak kendaraan umum yang menuju kesana. Aroma dan hembusan angin laut sudah tercium dari kejauhan. Di sepanjang jalan menuju benteng Qaitbay terdapat banyak penjual cendera mata, jenisnya beraneka ragam dari mulai hasil laut seperti kerang, miniatur benteng Qaitbay, kalung, sampai gantungan kunci. Jika melihat kearah laut terdapat beberapa orang yang sedang memancing dan berenang. Ada saja orang yang akan menawarkan jasa untuk naik ke perahu, tidak sedikit yang memaksa, jadi kalau tidak ada niat untuk naik perahu katakan saja shukran.

Hanya berjarak beberapa meter dari benteng di sebelah kanan jalan terdapat tempat akuarium yang menempat kan beraneka ragam jenis ikan, suasana di dalam begitu sejuk dengan tata letak akuarium yang teratur dan saling berhadap – hadapan. Sedangkan tepat di belakang benteng Qaitbay terdapat museum Ikan, museum ini menyimpan kerangka dari beberapa Ikan, fosil, terumbu karang dan jenis kerang – kerangan. Harga tiket masuk ke benteng Qaitbay untuk wisatawan asing sebesar 30 Le dan untuk mahasiswa sebesar 15 Le. Di buka untuk umum mulai pukul 9.00 pagi sampai pukul 16.00. Dilakukan Pemeriksaan barang bawaan hanya sekali saja, dan pemeriksaan tidak terlalu ketat seperti objek wisata lain yang ada di Mesir, tetapi banyak menempatkan penjaga di dalam benteng Qaitbay, mereka menggunakan seragam berwarna putih. Memasuki gerbang benteng Qaitbay sudah di sambut dengan jajaran delapan buah meriam, empat di kiri dan empat di kanan. Benteng Qaitbay terdiri dari tiga bagian utama, pertama adalah dinding besar yang mengelilingi komplek, dinding bagian dalam, dan bagunan utama. Beranda di lantai pertama ini menghubungkan ke ruangan tempat pengilingan biji-bijian untuk makanan para tentara, untuk mengiling biji – bijian dibantu dengan mengunakan hewan, ini terbukti dari bentuk bulat bangunan untuk ruangan. Masih di lantai pertama terdapat masjid yang hampir menempati separuh ruangan dari lantai pertama. Masjid ini merupakan yang tertua kedua di Alexandria pada masanya dengan mengikuti gaya Mamluk. Terdiri dari dua ruangan, ruangan pertama di khususkan untuk Syekh, dan ruangan lainnya untuk menyimpan barang – barang seperti lampu dan buku – buku.

Lantai kedua terdiri dari empat bagian dan terdapat lorong – lorong besar yang menarik, tempat ini digunakan untuk pertemuan antara pemimpin dan prajurit. Terdapat miniatur benteng Qaitbay yang diletakkan di kotak kaca, di Lantai dua juga terdapat lubang yang di letakkan di tengah yang mempunyai dua kegunaan, yang pertama adalah untuk menghubungkan lantai pertama dan kedua, sedangkan kegunaan kedua adalah untuk menuangkan minyak panas untuk para musuh.

Pada lantai ketiga dari benteng Qaitbay terdapat ruangan luas untuk Sultan yang memiliki dua jendela, ruangan yang menghadap halaman benteng dan dapat melihat langsung pelatihan oleh komando. Sedangkan disisi lain dari ruangan ini, Sultan dapat melihat kapal – kapal yang datang dari laut. Mungkin lantai tiga di khususkan untuk ruangan kamar, karena selain ruangan untuk Sultan terdapat beberapa ruangan kamar yang lebih kecil berukuran 2,5 x 3 meter di empat penjuru.

Benteng Qaitbay mempunyai halaman yang sangat luas, disisi kanan dan kiri terdapat beberapa kamar untuk prajurit, gudang, kamar mandi, dan ruang amunisi, sedangkan di samping benteng terdapat koridor yang membentang dari kiri dan kanan menara utama, di dalamnya terdapat ruangan tempat menyimpan senjata, bangunan ini dibangun dengan menggunakan bebatuan alami, Koridor ini merupakan bagian terpenting dari benteng Qaitbay.

Berjalan sedikit menanjak akan sampai pada bagian belakang dari benteng Qaitbay, pemandangan di sini tidak kalah indah dari bagian depan benteng, lokasi ini juga merupakan tempat favorit untuk berfoto, ternyata benteng Qaitbay masih terawat dengan baik, masih sama kondisinya ketika saya berkunjung dulu. Dan angin yang berhembus seakan menemani melihat hamparan laut Mediterania yang luas

Banyak sekali wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk berkunjung ke sini untuk melihat keindahan bangunan serta sejarah nya, mungkin anda setelah membaca artikel ini merasa tertarik anda bisa mengikuti program umroh plus mesir desember 2017. Dalam program itu anda tidak hanya berkunjung di satu tempat melainkan ke beberapa tempat bersejarah lainnya yang ada di mesir.