Fungsi CPAP Untuk Penanganan Bayi Prematur

jual cpap bayi

Dalam melakukan perawatan terhadap bayi prematur sangat diperlukan beberapa terapi alternatif dan suportif agar tingkat harapan untuk hidupnya menjadi lebih besar. Diantaranya adalah dengan menggunakan CPAP sebagai media penyokong pernafasan.

jual cpap bayi

CPAP atau continuous positive airway pressure merupakan alat pendukung pernafasan yang bisa menyalurkan udara dengan tekanan positif secara terus menerus. Kalau pada orang dewasa bisanya berfungsi untuk mengatasi OSA (obstructive sleep apnea) atau mendengkur.

Sedangkan pada bayi biasa digunakan sebagai alat penyokong terapi surfaktan untuk bayi-bayi yang terlahir secara prematur. Alat CPAP bayi kini sudah digunakan hampir disemua klinik atau rumah sakit, selain karena fungsinya yang cukup vital untuk menyediakan alat medis yang satu ini juga tidak terlalu sulit karena sekarang sudah banyak toko alat kesehatan yang jual CPAP bayi.

Tekanan udara positif yang diberikan oleh alat CPAP akan membuat alveolus tetap terbuka dan tentu saja akan mengurangi resiko terjadinya apnea. Pada bayi prematur, CPAP akan berfungsi untuk menyalurkan oksigen dengan konsentrasi tinggi, terutama pada mereka yang masih kesulitan untuk mempertahankan kadar oksigen dalam darah agar tetap normal.

Kalau sebelumnya bayi prematur sering dipakaikan ventilasi mekanik berupa intubasi, setelah adanya studi penelitian yang menunjukan bahwa penggunaan ventilasi mekanik akan menyebabkan terjadinya resiko penyakit paru kronik serta cedera pada paru-paru kemudian para tim medis mulai beralih menggunakan alat CPAP untuk penanganan terhadap bayi prematur.

Karena dari beberapa hasil penelitian ditemukan bahwa terapi CPAP bisa menurunkan resiko timbulnya displasia bronkopulmoner. Walaupun mungkin hasilnya tidak sebaik dengan menggunakan surfaktan dan intubasi atau ventilasi mekanik. Namun bayi yang menerima terapi CPAP diketahui mempunyai angka intubasi dan angka pemakaian kortikosteroid yang lebih rendah.

Terapi CPAP juga bisa diberikan sejak awal, apabila surfaktan belum tersedia. Pemakaian CPAP sejak awal pada bayi ini bisa menurunkan digunakannya ventilasi mekanik tanpa perlu khawatir terjadinya komplikasi. Udara dari CPAP nantinya bisa disalurkan dengan menggunakan selang nasal, selang nasofaringeal, atau dengan memakai masker dengan sistem water–bubbling atau ventilator.

Selain memiliki banyak manfaat penggunaan alat CPAP juga memiliki beberapa efek negatif yang bisa muncul, yaitu adanya suatu peningkatan resiko NEC (necrotizing enterocolitis) jika dibandingkan dengan bayi yang menjalani intubasi sejak lahir dan diteruskan dengan ventilasi mekanik.

Hal ini harus tetap diperhatikan, karena NEC adalah salah satu penyebab kematian yang sering dialami oleh bayi prematur.  NEC juga bisa menjadikan perawatan di rumah sakit menjadi lebih lama karena berkaitan dengan kegagalan hati, short bowel syndrome, serta keterlambatan pada proses tumbuh kembang bayi.

Meningkatnya risiko NEC ini terjadi karena adanya penurunan aliran darah arteri mesenterica superior di bayi yang memperoleh perawatan CPAP. Dimana kecepatan aliran darah tidak bisa memenuhi kebutuhan usus yang sedang berada pada tahap perkembangan yang cukup pesat setelah lahir.