Kanker Payudara Rima Melati

Kanker Payudara Rima Melati

Kanker Payudara Rima Melati – Walaupun banyak mengundang kematian, tapi tidak semua perempuan gentar dalam menghadapi kanker payudara. Sebagai contoh, salah satu artis Rima Melati yang tetap bersemangat untuk terus hidup setelah dirinya divonis kanker ganas diusianya yang menginjak 50 tahun.

Kanker Payudara Rima Melati

Meski dirinya terserang kanker payudara stadium lanjut, namun bintang film kawakan tersebut mampu berhasil sembuh dan kembali sehat. Kisah hidupnya kini diberitakan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati pada kanker.

Rima menceritakan kisah hidupnya dalam acara seminar Waspada Bahaya Kanker pada Wanita yang diadakan di Rumah Sakit Dr Oen Surakarta, Kota Solo. Perempuan yang kini berusia 77 tahun ini bercerita panjang lebar dalam acara tersebut, rima menceritakan kisah hidupnya saat awal terkena kanker payudara sampai akhirnya kanker payudara hilang dari tubuhnya.

Kisah hidup Rima Melati saat Terkena Kanker

Rima mulai bercerita, bahwa saat ia berusia 42 pernah menderita kanker usus besar. Tapi karena penyakit tersebut mempunyai gejala yang bisa langsung dirasakan, maka segera setelah mengetahuinya langsung menjalankan operasi. Beberapa saat, rima sembuh dari penyakit kanker usus besar tersebut. Lalu ia kembali disibukan dengan profesinya sebagai seorang aktris. Gaya hidupnya pun menjadi tak teratur, seperti kurang waktu tidur, mengonsumsi makanan yang serba cepat saji, olahrga tak teratur dan lainnya.

Menurut Rima, gaya hidupnya selama bertahun-tahun yang tak sehat tersebut menjadi salah satu pemicu timbulnya sel kanker yang menyerang payudaranya. Sejak awal Rima merasa tidak ada yang aneh dengan payudaranya, sampai suatu saat Rima merasakan adanya benjolan kecil. Tapi karena benjolan tidak terasa nyeri, ia tidak mengatakannya pada orang lain.

Sampai suatu ketika, benjolan makin membesar, Rima menanyakan kepada temannya yang kebetulan seorang dokter. Dan setelah diperiksa, kontan saja temannya marah karena benjolan sudah cukup besar, tapi ia justru balik marah karena tidak mengetahui apa-apa.

Saat itu juga, Rima diimbau untuk pergi ke klinik untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut. Tapi, karena ia tidak begitu memerhatikan dampak fatal akibat benjolan tersebut, pemeriksaan urung ia lakukan.

Rima akhirnya bercerita pada suami, Frans Tumbuan mengenai benjolan tersebut. Kontan saja, Frans kaget dan juga marah, sama halnya yang dilakukan rekannya. Hingga akhirnya, Rima ditemani Frans melakukan pemeriksaan diri ke dokter, di sana Rima melakukan pemeriksaan melalui mamografi.

sumber : http://www.qncjellygamat.com/obat-kanker-payudara.html

Dari hasil pemeriksaan, dokter hanya terdiam beberapa saat kemudian menjelaskan hasil dari pemeriksaan kepada Frans, suami Rima. “Akhirnya saya tahu bahwa saya divonis kanker payudara stadium lanjut, saat itu juga yang terbayang hanyalah kematian.” kenang Rima Melati.

Saat sudah terdiagnosis positif menderita kanker payudara, Rima sudah dalam kondisi terlambat sehingga harus dilakukan pengangkatan payudara. Rima mengisahkan, semangat untuk terus bertahan hidup adalah hal yang membuatnya tetap mencari usaha terbaik untuk bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang terkasihnya.

Sebab masih terbatasnya alat operasi di Indonesia, saat itu dokter menganjurkan Rima terbang ke Negeri Kincir Angin untuk menjalankan pengobatan. Di Belanda, operasi dilakukan dengan cara mengangkat separuh bagian payudara yang dihinggapi oleh sel-sel kanker. Setelah operasi, berbagai macam pengobatan pun dilakukan mulai dari terapi radiologi sampai puluhan kali kemoterapi.

“Saat dikemo, seluruh tubuh terasa menyakitkan, perut mual sampai rambut pun rontok. Namun karena selalu terbayang anak anak dan keluarga, saya harus tetap berjuang dan saya harus sembuh” jelas RIma. Karena semangatnya yang tinggi, ia tetap melakukan pengobatan sampai akhirnya penyakit sembuh total dan ia bisa beraktifitas kembali.

Hingga saat ini kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat kedua untuk jumlah pengidap setelah kanker serviks. Namun sayangnya, pengidap kanker payudara sering berujung dengan kematian. Rima memberikan trik sederhana, jika istri, anak saudara bahkan kerabat Anda mendapati sebuah benjolan yang tak layak di dalam tubuhnya, maka segeralah periksakan pada dokter. “Tolong ibu-ibu jangan pergi kemana mana saat mengetahui ada hal yang aneh, langsung saja ke dokter” imbaunya.