Masjid Jami Nepal, Indahnya Masjid Nasional Nepal

Kesempatan ini kita bakal membahas mengenai masjid bersejarah serta paling besar ke dua di Nepal, Masjid Jami Nepal atau Kathmandu Jama Masjid, masjid Hindustan, masjid India atau Masjid Nepali serta terkadang media juga menyebutkan masjid ini sebagai Masjid Nasional Nepal, walau dengan terang papan nama masjid ini tercatat “Nepali Jame Masjid”. Histori pembangunan awal masjid ini memanglah dikerjakan oleh muslim dari India yang berimigrasi ke Nepal sebagian era waktu lalu.

Histori Masjid Jami’ Nepal

Kubah masjid murahMuslim Hindustani (India) adalah grup muslim ke-2 yang menetap di Nepal, gelombang pertama muslim yang mukim di Nepal yaitu Muslim Khasmiri yang lalu membangun Masjid Kashmiri Taqiya serta telah di bahas dalam artikel terlebih dulu. Grup pertama muslim Hindustani masuk ke Nepal semasa kekuasaan Raja Pratap Malla (1641-1674) dari dinasti Malla. Raja mengizinkan mereka menetap serta membangun masjid di selatan Masjid Kashmiri Taqiya yang telah lebih dulu berdiri.

Masjid yang di bangun oleh grup pertama Muslim Hindustani ini lalu populer sebagai masjid Hindustani, Masjid India, Masjid Nepali atau Masjid Jami Kathmandu (Kathmandu Jama’ Mosque). Konon masjid ini pertama kalinya di bangun dengan beraliran syiah (bisa jadi itu penyebabnya muslim Hindustani memohon izin pada raja untuk bangun masjid sendiri terpisah dari Masjid Kashmiri Taqiya yang beraliran Suni). Bangunan masjid Hindustani ini waktu itu diperlengkapi dengan satu imambara, saat ini bangunan itu telah tak ada lagi.

Th. 1857 ketika Nepal di bawah kekuasaan Jang Bahadur dari dinasti Rana, beberapa besar muslim Hindustani berimigrasi ke lokasi Terai – Nepal, sebagai akibat desakan dari tentara Inggris yang menjajah India saat itu. Jang Bahadur memanglah bersedia terima migrasi muslim India itu sebagai sisi dari persekongkolannya dengan Inggris untuk kurangi konsentrasi muslim di lokasi yang bergelok di India utara. Konsentrasi muslim dalam jumlah besar di satu lokasi bergolak dikira sebagai ancaman untuk eksistensi Inggris di India. Beberapa pengungsi ini beberapa tinggal di tinggal di Terai ini berdagang bahan bahan dari kulit atau bekerja sebagai buruh tani.

Pemberontakan muslim India utara th. 1857 pada penindasan tentara Inggris, populer dengan sebutan Pemberontakan Sepoy. Pemberontakan itu berahir dengan kekalahan muslim dari tentara Inggris. Kelompok istana Lucknow yang memberontak sangat terpaksa mengungsi ke Nepal termasuk juga di antara mereka yaitu Maulana Sargaraz AH Shah (Mufti terahir dari dinasti Mughal semasa Sultan Bahadur Shah Zafar) yang mengungsi ke Kathmandu menemani kepergian Putri Begum Hazrat Mahal istri dari Nawab Wajid Ali penguasa Begum dari Lucknow berserta putra Mahkota Birjis Qadr).

Maulana Sargaraz AH Shah yang lalu merubah Masjid Jami’ Kathmandu jadi Masjid beraliran suni serta melakukan renovasi keseluruhnya bangunan masjid, serta bangun tempat tinggal untuk keluarga kerajaan yang menetap di sana, keseluruhnya dana renovasi serta pembangunan itu datang dari dana pribadi Putri Begum Hazrat Mahal.

Maulana Sargaraz serta Putri Begum Hazrat Mahal saat meninggal dunia di Kathmandu keduanya dimakamkan di areal masjid Jami’ Kathmandu sesuai sama apa yang diinginkan mereka semasa hidup. Putri Begum Hazrat Mahal meninggal dunia di Kathmandu pada tanggal 7 April 1879. Makam mereka masihlah bisa di temui di sana walau sepanjang berpuluh puluh th. makam serta masjid itu sekalipun luput dari perhatian pemerintah Nepal. Hingga hingga Pandit Jawaharlal Nehru tokoh kemerdekaan India pernah kecewa saat tahu keadaan makam pejuang India itu sekalipun tidak tertangani. Terakhir pemerintah Nepal mulai memerhatikan masjid serta makam ini.