Mengenal Wadi Usfan

Mengenal Wadi Usfan

Apakah anda pernah mendengar Wadi Usfan? Wadi Usfan adalah nama sebuah lembah yang ada di Arab Saudi. Bukan sembarang lembah, Wadi Usfan yaitu salah satu tempat istimewa yang mejadi saksi bisu sejarah perjalanan syiar para Nabi. Di nama kan lembah “tersesat” Karena daerah tersebut memiliki jalur yang membingungkan. Di dalam nya terdapat pula aliran air yang tidak beraturan. Siapapun yang melewati lembah ini, bila tidak berhati-hati besar kemungkinan akan tersesat.

Mengenal Wadi Usfan
Mengenal Wadi Usfan

Setiap nabi dan rasul senantiasa sering melakukan perjalanan ke sejumlah daerah. Hal itu dilakukan untuk menyebarkan dakwah Islam dan juga melaksanakan salah satu dari perintah Allah. Salah satu lokasi yang sering menjadi perlintasan para nabi dan rasul adalah Wadi (Lembah) Usfan.
Ibnu Katsir dalam kitabnya Qishash al-Anbiyaa` (Kisah para Nabi-nabi), mengutip hadis dengan sanad yang sahih dan diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai, dan Imam Ahmad bin Hanbali dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Abu Bakar, saat melintasi lembah (wadi) Usfan (Asafan).

Wahai Abu Bakar, lembah apakah ini?” Abu Bakar menjawab; “Lembah Usfan.” Rasul SAW bersabda: “(Nabi) Hud dan Saleh AS pernah melewati (melintasi) lembah ini di atas unta merah yang tali kendalinya terbuat dari serabut. Pakaian mereka berupa jubah, baju luarnya terbuat dari bulu yang bergaris-garis. Mereka mengucapkan talbiyah dan melaksanakan ibadah haji di Baitul ‘Atiq (ka’bah).”
Mengenal wadi usfan Wadi usfan merupakan salah satu lembah yang terdapat ditanah suci dan memiliki keistimewaan yang bisa menambah pengetahuan sebagai seorang muslim. Wadi atau dalam Bahasa Indonesia merupakan lembah, lembah usfan ini disebut sebagai jalan para nabi.

Mengenal Wadi Usfan
Mengenal Wadi Usfan

Tidak sedikit para nabi yang melewati lembah ini ketika akan menyiarkan agama Islam ke seluruh wilayah. Dan tentu saja akan banyak jalan yang dilewati oleh para nabi sebelumnya, tapi ini adalah salah satunya yang sering dilewati. Allah SWT mengutus para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW dengan tugas yang sama yaitu menyeru umat manusia untuk beriman kepada Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Masing-masing memiliki tempat yang berbeda untuk melaksanakan perintah-Nya ini. Ikuti Program Umroh Murah Surabaya.

Meski terkesan “mengerikan” ternyata wadi usfan menjadi perlintasan utama para Nabi ketika menysiarkan agama islam ke seluruh wilayah. Banyak nabi sering melewati lembah ini, seperti Nabi Nuh As, Nabi Nuh As, Nabi Ibrahim As, bahkan Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat. Tidak heran jika hingga kini wadi usdan di juluki “jalan para nabi”
Jalan yang ditempuh oleh para nabi dan rasul memiliki jarak yang cukup jauh, apalagi mengingat kendaraan yang digunakan pada masa itu, butuh waktu yang lama untuk menempuh sebuah perjalanan ditambah dengan lokasi yang dilalui bisa menembus antar negara. Rasulullah SAW adalah satu nabi yang melintasi lembah ini, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai, dan Imam Ahmad bin Hanbali dari Ibnu Abbas RA yang dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Qishash Al-Anbiyaa’ (Kisah para Nabi-nabi): “Wahai Abu Bakar, lembah apakah ini?” Abu Bakar menjawab, “Lembah Usfan. Rasulullah SAW bersabda: “(Nabi) Hud dan Saleh AS pernah melewati (melintasi) lembah ini di atas unta merah yang tali kendalinya terbuat dari serabut. Pakaian mereka berupa jubbah, baju luarnya terbuat dari bulu yang bergaris-garis. Mereka mengucapkan talbiyah dan melaksanakan ibadah haji di Baitul ‘Atiq (Ka’bah).”

Allah Swt mengutus para Nabi untuk melakukan Syiar Islam di tempat-tempat yang berbeda. Jalan yang ditempuh oleh para Nabi dan Rasul memiliki jarak yang cukup jauh, terlebih lagi belum ada kendaraan pada masa itu. Dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk menempuh sebuah perjalanan syiar antarnegara.
Nah, saat melakukan syiar hingga menembus wilayah antarnegara, jalan yang kerap dipilih para Nabi dan Rasul adalah Wadi Usfan. Hal itu bahkan diriwayatkan secara jelas dalam hadits Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi.

Para Nabi dan Rasul banyak melewati lembah Usfan dengan tujuan masuk atau keluar Mekah untuk syiar. Di samping itu, lembah ini kerap dilalui para Nabi saat mereka akan melaksanakan ibadah haji di Mekah.
Nabi Ibrahim AS bahkan pernah beberapa kali melewati lembah ini. Pertama, ketika mengantarkan istri dan putranya, Hajar dan Ismail, dari Palestina menuju Mekah. Ini terjadi ketika Nabi Ibrahim belum mendapatkan perintah untuk membangun Ka’bah.

Setelah ada perintah membangun Ka’bah dari Allah SWT, Nabi Ibrahim kembali melewati Wadi Usfan. Terakhir, ketika melaksanakan ibadah haji, beliau kembali melewati lembah ini. Meski tak seperti wujud aslinya, hingga kini Wadi Usfan masih bisa dijumpai di Arab Saudi. Tepatnya, sekitar 84 kilometer dari Kota Mekah ke arah Madinah.
Bila dari arah Mekah menuju Madinah, letak Wadi Usfan berada di antara wilayah Hudaibiyah dan Faidah. Sementara dari arah Madinah menuju Mekah, lokasi lembah ini berada setelah area Al-Musaijid, Badar, Al-Muraisi dan Khulaish.

Penamaan lembah usfan adalah karena letaknya berada di tengah-tengah padang pasir dan tidak memiliki arah yang jelas. Maksudnya adalag jika seseorang melewati lembah ini harus berhati-hati karena bisa jadi akan tersesat. Letaknya berada di antara Mekkah dan Madinah, tepatnya adalah jika dilalui dengan tujuan ke Mekkah maka berada setelah Al-Musaijid, Badar, al-Muraisi dan Khulaish.

Sedangkan jika tujuan ke Madinah dari Mekkah maka letaknya ada diantara Faidah dan Hudaibiyah. Para nabi dan rasul banyak yang melewati lembah usfan dengan tujuan masuk atau keluar Mekkah. Jika masuk Mekkah maka mereka akan melaksanakan ibadah haji. Nabi Ibrahim juga termasuk nabi yang beberapa kali melewati lembah usfan. Pertama adalah ketika mengantarkan Ismail dan Hajar dari Palestina ke Mekkah, kondisi ini ketika Nabi Ibrahim belum mendapatkan perintah untuk membangun kabah Dan yang kedua dalah setelah adanya perintah membangung Ka’bah, beliau melewati lembah ini. Dan yang terakhir adalah ketika melaksanakan ibadah haji. Selain dikenal dengan wadi usfan dikenal pula dengan nama asafan berasal dari kata ‘asafa al-mafazah yang artinya tersesat di padang pasir.

Bila dari Makkah menuju Madinah, letak Wadi Usfan berada di antara Hudaibiyah dan Faidah. Sedangkan dari Madinah menuju Makkah, lokasinya berada setelah Al-Musaijid, Badar, al-Muraisi, dan Khulaish.
Di sebut dengan Wadi Usfan yang berarti lembah yang ada di padang pasir dan tanpa petunjuk jalan. Secara bahasa, Usfan berasal dari kata ‘asafa al-mafazah yang berarti dia tersesat di padang pasir. Maksudnya, dia melalui padang pasir itu tanpa petunjuk dan tujuan. Bila tak berhati-hati, besar kemungkinan akan tersesat. Lokasi ini di namakan Usfan karena daerah tersebut aliran air di dalamnya tidak beraturan. Ia terletak di antara al-Juhfah dan Makkah Al-Mukarramah. (syafik).